
Pusat Riset Biochar dan Hutan Tropis Lestari (PRBHTL), Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Penyuluhan Lapangan dan Praktik Pemakaian Biochar Kopi di Desa Nosar, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 24 hingga 27 Oktober 2025, ini merupakan kolaborasi strategis antara Pusat Riset Biochar dan Hutan Tropis Lestari, Fakultas Pertanian USK, serta dukungan dari program Profesor Berkarya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan USK dalam memperluas penerapan riset berbasis inovasi untuk kesejahteraan masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Darusman, M.Sc., tim PRBHTL USK berinteraksi langsung dengan masyarakat petani bawang di Desa Nosar. Fokus utama penyuluhan ini adalah memperkenalkan dan mendemonstrasikan aplikasi Biochar Kopi - arang hayati yang dihasilkan dari limbah kulit kopi - sebagai solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman bawang.
Prof. Darusman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Aceh Tengah, sebagai salah satu sentra kopi sekaligus penghasil bawang di Provinsi Aceh, memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan limbah pertanian menjadi produk inovatif yang bernilai tambah tinggi.
“Limbah kopi, yang selama ini hanya menjadi sisa, memiliki nilai luar biasa ketika diolah menjadi biochar. Biochar kopi dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan retensi air, dan menyediakan habitat bagi mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan bawang. Ini langkah nyata kami dalam mewujudkan pertanian yang lestari dan mandiri,” ujar Prof. Darusman.
Para petani menyambut antusias kegiatan ini, khususnya saat sesi praktik langsung di lahan. Mereka dilatih mulai dari proses sederhana pembuatan biochar hingga penerapan yang tepat pada lahan tanam bawang. Diharapkan teknologi biochar dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan menghasilkan bawang yang lebih sehat serta bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dukungan Universitas Syiah Kuala dan Fakultas Pertanian USK pada kegiatan tersebut menegaskan sinergi akademik dan riset yang berorientasi pada solusi lapangan.
Pusat Riset Biochar dan Hutan Tropis Lestari berkomitmen untuk terus mendampingi para petani di Kabupaten Aceh Tengah dalam mengadopsi teknologi biochar secara berkelanjutan. PRBHTL juga berencana melakukan pemantauan lanjutan terhadap hasil produksi bawang di lahan demonstrasi, untuk melihat peningkatan produktivitas pascapenerapan biochar.

Selain kegiatan penyuluhan, tim USK juga melakukan diskusi bersama perangkat desa dan kelompok tani terkait potensi pengembangan model ekonomi sirkular berbasis limbah pertanian. Melalui program lanjutan, PRBHTL berharap dapat membantu lahirnya eco-innovation village yang mandiri energi dan ramah lingkungan di kawasan dataran tinggi Gayo.
Melalui kegiatan ini, USK sekali lagi menegaskan peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak inovasi hijau yang berpihak pada masyarakat. Biochar kopi bukan hanya hasil riset laboratorium, melainkan solusi nyata untuk pertanian masa depan Aceh yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.